Scrum merupakan framework untuk
manajemen pengembangan software dengan karakteristik cekatan dan bersifat
iteratif dan incremental. Scrum mendefinisikan dirinya fleksible, strategi
pengembangan yang menyeluruh di mana seluruh team bekerja sebagai satu unit
dalam mencapai sebuah gol yang sama.
Dalam menjalankan kerjasama
antara anggota team, scrum menekankan lokasi fisik yang sama atau sarana online
yang akrab antara semua member, dan juga pertemuan muka dengan muka setiap hari
antara semua anggota team.
Prinsip kunci dari scrum adalah
memahami bahwa dalam project yang tengah berlangsung, klien mungkin mengubah
apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Perubahan sulit diadaptasi oleh
framework pengembangan aplikasi yang bersifat tradisional. Scrum menerima perubahan ini dan
memaksimalkan seluruh anggota team untuk menyesuaikan perubahan mendadak ini.
Scrum mengadopsi permainan Rugby
yang begitu mudah menyesuaikan diri semua anggota team setelah ada sedikit
pelanggaran. Kemudian menyesuaikan diri inilah yang mengimpirasi scrum.
Metodologi Scrum Development
1. Backlog Grooming
Backlog Grooming merupakan tahap pertama yang harus
dilakukan sebelum melakukan tahap-tahap sprint pada Scrum. Meeting ini
dilakukan dengan tujuan memilih tahapan prioritas mana saja yang harus
dilakukan selama pengerjaan sprint. Backlog Grooming wajib dihadiri oleh
seluruh Scrum Team, yang meliputi Product Owner, Scrum Master dan Development
Team. Keputusan tertinggi terletak pada Product Owner. Untuk itu Development
Team harus mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh Product Owner.
2. Sprint Planning
Sprint Planning merupakan meeting yang harus dilakukan
setiap kali akan memulai sprint baru. Pada meeting ini Scrum Team merumuskan
task-task apa saja yang akan dikerjakan pada 1 sprint. Perlu diperhatikan bahwa
dalam 1 kali sprint yang penting bukan banyaknya task yang bisa dikerjakan,
tetapi kemampuan task yang dapat dikerjakan dari requirement sampai dengan
testing dalam 1 kali waktu sprint berjalan. Waktu sprint ideal berkisar 1-2
minggu, tetapi masih memungkinkan apabila sprint berjalan dalam waktu 1 bulan
apabila scope tasknya cukup besar dan tidak dapat dipisah.
3. Daily Scrum
Daily Scrum merupakan meeting yang dilakukan setiap hari
pada pengerjaan sprint. Pada meeting ini anggota tim saling berbagai apa yang
telah dikerjakan kemarin, apa yang akan dikerjakan hari ini, dan apa saja
hambatan yang ditemui selama pengerjaan. Scrum Master harus memastikan seluruh
anggota Development Team mengutarakan pendapatnya masing-masing.
4. Sprint Review
Sprint Review merupakan meeting yang dilakukan setelah 1
kali pengerjaan sprint selesai. Meeting ini dilakukan dengan cara
mendemonstrasikan apa yang telah dicapai 1 sprint. Dalam hal ini Scrum Team
mendemonstrasikan hasil pekerjaannya kepada stakeholder terkait. Apabila
stakeholder memiliki masukan terkait hasil produk pada sprint terakhir,
stakeholder dapat meminta meeting dengan Scrum Team.
5. Sprint Retrospective
Sprint Retrospective merupakan meeting yang dilakukan pada
terakhir 1 masa sprint. Pada meeting ini masing-masing anggota Development Team
mengutarakan pendapat mereka terkait kinerja tim pada 1 sprint terakhir.
Pendapat yang diutarakan lebih mengarah ke kemampuan komunikasi, pembagian
tugas, tanpa membahas sisi teknis project.
Contoh Penerapan Scrum Development
Setiap hari hingga Sprint berakhir, Tim Pengembang akan
bertemu di tempat dan waktu yang sama untuk membahas strategi mereka untuk
mencapai obyektif yang telah disepakati di dalam Sprint Planning. Daily Scrum
Meeting adalah sebuah kesempatan bagi Tim Pengembang untuk dapat menginspeksi
dan mengadaptasikan hasil pekerjaan mereka hingga hari ini. Tim Pengembang yang
baru menggunakan Scrum biasanya akan menjawab ketiga pertanyaan berikut:
- Apa yang telah saya kontribusikan kemarin.
- Apa yang akan saya kontribusikan hari ini.
- Apa yang menghambat saya untuk menyelesaikan pekerjaan saya hingga hari ini.
0 comments